Minggu, 20 April 2014

WRONG! WRONG!




Semua yang aku lakukan terasa salah ketika itu dihadapkan pada mereka. Aku tidak pernah dianggap lebih benar dari orang-orang yang lebih tua di rumahku. Semuanya menilai secara subjektif. Mereka selalu menganggap aku yang terlalu berlebihan. Hey! Aku yang merasakan bukan kalian.

Mereka selalu menjadikan dia bandingan untukku. Dia selalu diagungkan dalam segala hal. Meskipun suatu ketika kita berbuat hal yang sama, dia akan selalu diagungkan sementara aku akan tetap dianggap biasa. Dan jika kita berdua melakukan kesalahan yang sama, maka aku yang akan sangat disalahkan atas hal itu. Padahal dari cerita ataupun adat/kebiasaan yang aku dengar yang paling kecil selalu dimanja, tapi aku tidak merasakan hal itu. Mungkin tidak begitu denganku.

Mereka bilang aku yang harus introspeksi. Tapi kenapa selalu aku yang introspeksi? Apa karena umurku jauh di bawah mereka? Apakah orang yang lebih tua itu akan selalu benar sehingga mereka tidak membutuhkan introspeksi lagi? Kesu’udzonan merekalah yang membuatku selalu tampak bersalah dan melakukan kesalahan di mata mereka. Aku telat sedikit saja membuat hal yang benar itu akan membuat masalah.  

Kepribadianku memang buruk. Aku tahu aku terlalu banyak melakukan kesalahan, tapi belum tentu semua kesalahan itu sepenuhnya  berasal dariku. Tak akan ada asap bila tak ada api. Bukalah hati kalian, tidak semua yang kalian pandang salah itu adalah benar salah.

Jika aku bisa memilih takdirku mungkin aku akan memilih agar tak pernah terlahir ke dunia ini. Aku merasa hidupku benar-benar tak berguna untuk siapapun bahkan untuk diriku sendiri. Sekarang aku benar-benar merasa ingin pergi saja.

0 komentar:

Posting Komentar